01 October 2012

10 Kiat Sukses Menghadapi Wawancara

Banyak sekali momen berharga dalam hidup kita khususnya yang menyangkut hal pertama kali dan terjadi hanya sekali. Seperti wawancara yang merupakan bagian penting bagi kehidupan dan karir seseorang karena kesempatan tersebut hanya muncul sekali sehingga banyak orang yang mati-matian menyiapkan segalanya demi kesuksesan  wawancara. Namun tidak semua orang mengalami momen tersebut dengan bahagia dan berakhir sempurna. Banyak faktor yang bisa menentukan kesuksesan seseorang bisa berhasil dalam wawancara. Nah berikut ini adalah tips penting yang harus diingat dan perhatikan ketika anda akan  mengikuti wawancara pekerjaan.

Datanglah Tepat Waktu
Kesan pertama tentang seseorang sering kali dikaitkan dengan seberapa besar perhatian orang tersebut dalam menghargai waktu. Jika anda seorang pria, milikilah komitmen dan dedikasi yang tinggi dengan melakukan
manajemen waktu. Pada saat wawancara, pantang bagi seseorang untuk datang terlambat. Ini akan mempengaruhi penilaian terhadap diri Anda. Sangat disayangkan apabila potensi dan kemampuan terbaik yang kita miliki hilang begitu saja hanya karena terlambat.

Buanglah Rasa Gugup
Jangan gugup ! Anda mungkin berpikir, “Ah, klise. Bagaimana mengatasinya?” Ya, semua orang pasti pernah mengalami gugup saat  mengikuti wawancara kerja, terutama bagi mereka yang belum memiliki pengalaman kerja. Untuk mengatasi hal ini jika anda masih punya waktu menunggu antrian cobalah dengan memakan permen karet. Mudah-mudahan bisa mengusir rasa gugup Anda. Saat pertama kali masuk ke ruangan dan bersalaman dengan pewawancara, lakukan dengan bertenaga dan tidak lemas, tetapi juga tidak memaksakan untuk menggenggam terlalu kuat. Hal ini untuk menunjukkan bahwa Anda tidak gugup dan percaya diri serta terlihat bersemangat.

Jangan Duduk Membungkuk
Sikap duduk juga menentukan kepribadian dan penilaian Anda di mata pewawancara. Cobalah untuk duduk dengan tegap dan lurus, selama tes berlangsung. Posisi yang membungkuk membuat Anda terlihat malas, kurang percaya diri, dan tidak tertarik dengan pekerjaan tersebut. Sikap duduk Anda akan mempengaruhi tes wawancara.

Memberikan Tatapan Kosong.
Belajarlah untuk fokus kepada pewawancara. Tak jarang kegagalan wawancara terjadi lantaran mata Anda tidak terfokus kepada pewawancara, justru yang diberikan adalah tatapan kosong. Secara budaya hal ini juga tidak pantas karena dianggap tidak menghargai lawan bicara. Dengan fokus dan tidak menatap kosong, biasanya kegugupan dan rasa tidak nyaman akan hilang dengan sendirinya. Tataplah matanya saat berbicara, tetapi apabila Anda merasa malu, tataplah jidat atau bibirnya.

Datanglah Dengan Pengetahuan
Pertanyaan pewawancara memang tidak pernah diduga.  Untuk itu persiapkan pengetahuan anda tentang pekerjaan yang anda lamar atau pengetahuan Anda tentang perusahaan yang sedang Anda lamar. Pengetahuan tentang perusahaan tersebut bisa terkait produk atau jasa yang dihasilkan, pandangan masyarakat terhadap produk nya dan banyaklah menggali informasi tentang perusahaan tersebut.

Berbicara Dengan Suara Jelas
Jangan berbicara terlalu cepat dan atau bahkan volume suara yang rendah. Berbicara terlalu cepat membuat pewawancara sulit mencerna kata-kata yang Anda ucapkan apalagi dengan intonasi yang tinggi bisa membuat kesan buruk bagi pewawancara terhadap Anda  . Pertahankan intonasi suara agar tidak terlihat gugup dan grogi. Untuk melatih ini anda bisa menggunakan cermin ketika Anda berada di rumah dan mulai berbicara seolah-olah cermin adalah lawan Anda bicara.

Hindari Sering Melihat Jam Tangan
Kita mungkin tidak sadar atas perilaku kita ketika menghadapi orang yang mewawancarai kita. Perilaku seperti bersandar ke meja, sering melihat jam tangan, menopang dagu, atau bahkan melipat tangan di dada. Sikap ini dianggap bahwa Anda adalah orang yang gampang bosan, pemalas dan  tidak suka menerima orang lain. Oleh karena itu, persiapkanlah tenaga dari rumah, misalnya dengan makan istirahat dan yang cukup agar kita cukup fit untuk menghadapi wawancara.

Tidak Membuka Topik Pembicaraan Tentang Gaji
Pembicaraan gaji memang hal yang ditunggu oleh setiap pelamar. Namun hendaknya harus dilakukan dengah hati-hati. Jika si pewawancara belum membuka topik ke arah gaji sebaiknya Anda jangan membuka pembicaraan ke arah tersebut terlebih dahulu. Bersabarlah bahwa diskusi  tentang gaji akan datang pada saat yang tepat.

Bersikap Positif atau Aktif
Tetaplah bersikap positif dan antusias ketika pihak pewawancara mulai membicarakan hal-hal penting kepada Anda, baik  itu membicarakan profil perusahaan ataupun seputar diri Anda.

Berpenampilan Rapi
Setelah sikap, yang paling penting adalah penampilan. Jangan memakai baju yang lusuh. Gunakanlah baju berwarna terang agar menampilkan aura yang positif kepada pewawancara. Selain itu, hal yang selalu disorot pertama kali saat Anda masuk ke ruangan wawancara adalah muka. Ada baiknya sebelum berangkat muka atau wajah Anda perlu diperhatikan seperti mencukur kumis atau merapikan jenggot atau mungkin memotong rambut agar terlihat rapi sehingga pewawancara tertarik untuk berlama-lama dengan Anda meskipun itu belum mewakili bahwa Anda akan lulus.